Semilir angin malam berhembus, diiringi emosi mu yang memuncak. Kenapa ? Ya, aku memang salah melayani amarahmu dengan emosiku. Tapi apa harus seperti itu untuk mengakhiri semua ini ? Apa seperti itu caramu untuk menjauh ? Sayang, tidak pernah sedikit pun ada pikiran untuk menjauh darimu, jujur yang aku ingin hanya bersamamu, tapi bagaimana aku bisa mengambil hatimu kembali ? Sayang jauhkanlah pikiran2 negatifmu itu, pikiran2 itulah yang senantiasa mendobrak amarahmu meluap. Sayang, tidak adakah rasamu untuk ku lagi ? Mungkin yang kau tau aku bersenang2 tanpa memikirkan mu, aku berani bersumpah semenarik apapun hariku terasa hampa tanpa sosokmu sayang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar