Mungkin rinduku takan berarti untuk bunga cantik sepertimu, yang setiap saat terhibur oleh kumbang2 dan bunga2 yang lain. Kini hanya mataku yang mampu luapkan segala gejolak hati ingin bersama, hanya mataku yang mampu mengobati segala rindu dengan menatap senyum di wajahmu yang cantik. Andai dirimu tau akan segala keluh kesahku di tempat ini, menahan gejolak rindu yang sama sekali tak dihiraukan olehmu. Hanya mata ini yang mampu menatapmu dikala waktu senggang ku curi2 memandang. Ingin rasanya tangan ini memegang erat tanganmu, mencubit pipimu yang lucu, membelai wajahmu, mengusap rambutmu dan memeluk erat tubuhmu. Ingin rasanya bibir ini berucap dan bercerita tentang apa yang kita lewati hari ini. Maafkan aku yang sampai sekarang belum bisa merelakan, walau sudah depan mata ku tau kau kini dimiliki yang lain. Berat hati ini untuk bisa merelakan mu dimiliki orang lain. Biarkan aku begini menyimpan rasa rindu yang tak terbalaskan lagi, biarkan aku sendiri tanpa canda tawamu lagi yang mampu menjadi pengobat sepi. Andai waktu bisa ku ulang, akan ku putar kembali kemasalalu, bukan untuk bersamamu lagi, tapi aku tidak ingin mengenalmu agar aku tidak merasakan sakit yang begitu dalam seperti yang saat ini kurasakan. Sayang jangan pernah kau berpikir aku saat ini diam untuk melupakanmu, tidak pernah terlintas sedikit pun di pikiranku untuk menjauh darimu. Kenangan2 selalu menggodaku untuk jatuh terpuruk mengenangmu dan itu menjadi lara dalam hatiku. Apa yang bisa ku perbuat saat ini, hanya diam, diam,diam dan diam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar